Sang Pahlawan Eropa

 0
Sang Pahlawan Eropaby adminon.Sang Pahlawan EropaJika ditanya, bagaimana Jerman bisa keluar sebagai kampiun Piala Dunia (PD) 2014? Mengingat skor akhir kontra Argentina hanya berselisih tipis. Mungkin Mario Goetze adalah jawabnya. Goetze tampaknya menjadi motor kesuksesan Jerman dalam menggondol trofi PD nya  yang keempat kalinya. Satu dari dua sontekannya yang mengarah ke gawang Tim Tango lah yang akhirnya mengusung Die Mannschaft dinobatkan menjadi juara dunia tahun ini. Laga final […]

Sang Pahlawan EropaJika ditanya, bagaimana Jerman bisa keluar sebagai kampiun Piala Dunia (PD) 2014? Mengingat skor akhir kontra Argentina hanya berselisih tipis. Mungkin Mario Goetze adalah jawabnya. Goetze tampaknya menjadi motor kesuksesan Jerman dalam menggondol trofi PD nya  yang keempat kalinya. Satu dari dua sontekannya yang mengarah ke gawang Tim Tango lah yang akhirnya mengusung Die Mannschaft dinobatkan menjadi juara dunia tahun ini.

Laga final turnamen Samba antara Jerman dan Argentina benar-benar berjalan alot. Hingga hampir 90 menit pertandingan berjalan, kedua tim sama-sama mengusahakan upaya terbaiknya untuk menghajar satu sama lain. Pada menit ke 88 lah sejarah tertorehkan. Joachim Loew melakukan substitusi pemain saat itu. Menjelang akhir pertandingan, Loew memasukkan Goetze dan menarik Miroslav Klose keluar lapangan.

Impact pun sangat terasa kala Goetze turut merumput membela De Panser. Pada menit-menit injury time di laga yang digelar di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Senin (14/07/14) 03.00 WIB itu, pemain dengan nomor punggung 19 tersebut menghempaskan tendangan on target. Sayangnya serangan perdananya tersebut di hari itu masih bisa diblok Sergio Romero. Hingga angka kacamata masih terpampang di papan skor sampai waktu normal pertandingan 90 menit berakhir. Sontak, laga pun bersambung ke babak tambahan.

Saat injury time berjalan 23 menit, disitulah detik-detik Jerman pecah sebagai sang jawara. Andre Schuerrle yang berpatroli di sayap kiri melontarkan umpan silang yang manis yang disambut dengan hentakan dada Goetze. Goetze yang berpijak pada posisi kosong lantas langsung bereaksi dan menguasai bola tanpa ragu. Hingga mendekati titik pinalti, Goetze pun mengeluarkan jurus voli maut dengan kaki kirinya. Bola pun langsung menggedor blokade Romero dan kebobolan. Romero yang berdasarkan catatan FIFA melakukan empat kali aksi penyelamatan untuk Argentina, tidak mampu meladeni jurus 1000 langkah Goetze.

Angka 0 yang tadinya diperuntukkan tim akhirnya mengelinding 1 dan berubah menjadi 1-0 untuk Jerman. Berkat jasa pemain berusia 23 tahun itu. Laga bubar dan Die Adler pun kontan bersorak-sorai. Berkat aksinya itu, tak tanggung-tanggung Goetze pun langsung dipredikatkan sebagai man of the match oelh FIFA hari itu. Alasannya tentu sangatlah jelas. Dalam kurun waktu yang singkat selama 39 menit, Goetze mampu tampil imresif dan efektif. Catatan Whoscrored pun juga nyata mencatat bahwa Goetze hanya melakukan 22 sentuhan ke si kulit bundar, melayangkan 2 serangan on target yang dimana serangan keduanya membuahkan gol. Dengan menyabet piala, Jerman juga berhasil membukukan sejarah baru. Selain membawa pulang trofi PD keempat, tim nasional (timnas) ini juga tercatat sebagai tim asal Eropa pertama yang keluar sebagai kampiun di Amerika Selatan.

Usut punya usut, Loew sendiri sudah melakukan hitung-hitungan sebelum memutuskan untuk menurunkan Goetze. Arsitek langganan timnas Jerman semenjak PD 2006 itu malah menyatakan bahwa insting nya memasang Goetze betul-betul tepat sesuai dengan strategi yang telah diukir dikepalanya. Ia pun juga menyatakan bahwa Goetze sebenarnya bisa tampil jauh lebih baik dari Messi, jika ia sudah turun dari awal-awal. Namun dipakainya dia di menit-menit menjelang akhir pertandingan memang sudah menjadi bagian dari rencana.

“Apa saya bilang. Goetze selalu bisa menajdi penentu kemenangan setiap diapasang menjelang akhir pertandingan. Disaat pemain lawan sudah kelelahan, dia dengan kemampuannya yang luar biasa otomatis bisa mengungguli pemain-pemain lainnya yang sudah keok”, pungkas Loew yang dimuat di Reuters.

Selama berkiprah di Brasil tahun ini, Goetze telah menyumbangkan dua gol untuk Jerman. Satu gol disepakkannya di babak penyisihan grup kala meladeni Ghana. Walau saat itu pertarungan Jerman vs Ghana hanya berakhir imbang 2-2.

Author: 

Related Posts