Pestanya Bubar

 0
Pestanya Bubarby adminon.Pestanya Bubar“Bubar ! Pulang kalian ! Pesta telah usai !” Kata – kata pedas itulah yang mungkin jadi teriakan sunyi rakyat Brasil atas kejengahan pada Piala Dunia 2014 yang digelar di negeri mereka sendiri. Sebagaimana yang telah digambarkan oleh Wright Thompson melalui artikelnya yang ia tulis yang berjudul “Scenes of Defeat on The Streets of Brazil“, sesaat […]

Pestanya Bubar“Bubar ! Pulang kalian ! Pesta telah usai !”

Kata – kata pedas itulah yang mungkin jadi teriakan sunyi rakyat Brasil atas kejengahan pada Piala Dunia 2014 yang digelar di negeri mereka sendiri. Sebagaimana yang telah digambarkan oleh Wright Thompson melalui artikelnya yang ia tulis yang berjudul “Scenes of Defeat on The Streets of Brazil“, sesaat setelah Brasil mengalami kekalahan dari Jerman di semi final Piala Dunia 2014, kesunyian dan duka memang turun melingkupi udara dan atmosfir salah satu favela (perkampungan kumuh) di Rio de Janeiro. Padahal, sehari – harinya semasa Piala Dunia dilangsungkan, favela itu selalu dipenuhi dengan keberisikan dan suara nyaring, entah itu pada siang hari atau pun pada malam hari sebagai bentuk antusiasme mereka menyaksikan Piala Dunia 2014.

Di kala tersadar bahwa pertandingan yang baru saja mereka saksikan adalah laga terburuk dalam sejarah sepak bola Brasil dengan hasil yang amat sangat memalukan, jalanan itu kini menjadi sunyi senyap dan tidak terdengar bunyi – bunyi apapun lagi seperti yang sebelumnya mereka lakukan. Tidak ada yang berteriak. Hanya ada suara yang datang dari televisi – televisi yang masih menyala, atau suara air hujan yang menetes ke jalanan. Suasanya menjadi sendu dan sunyi senyap. Orang – orang di perkampungan itu tidak tidur atau pun meratap. Mereka hanya berkumpul di depan pintu – pintu bar tempat mereka baru saja menyaksikan Selecao bermain. Bersama – sama, tapi sendirian. Masing – masing menjalani neraka pribadinya dan sibuk menerka – nerka apa yang baru saja terjadi dalam laga yang amat memalukan tersebut.

Jurnalis lain yang juga sedang berada di Brasil mencoba untuk menggambarkan suasana di Pantai Copacabana, tempat fan festival favorit para turis yang pergi ke Tanah Samba untuk melihat Piala Dunia 2014 tersebut. Sebagaimana jalanan favela, pantai itu kini juga terlihat sangat sepi. Tak ada tarian, atau pun music atau pun bentuk apresiasi lainnya seperti yang biasanya mereka lakukan sebelumnya dalam rangka pesta sepak bola tersebut. Kini di tempat tersebut hanya ada sekumpulan polisi yang berjaga – jaga untuk mengantisipasi hal terburuk yang mungkin akan terjadi sebagai akibat dari kemarahan publik negeri samba atas kejadian memalukan yang menimpa tim kesayangannya tersebut.

Pesta memang telah usai. Kekalahan yang tercatat sebagai kekalahan terbesar di semi final sepanjang sejarah Piala Dunia ini jelas mencoreng superioritas Brasil sebagai sebuah negeri adidaya sepak bola. Dimana sebelumnya mereka selalu memiliki peran yang penting dan juga prestasi yang bagus dalam dunia persepak bolaan seperti yang berhasil mereka raih pada tahun 2002 silam. Maka, tak heran jika kekalahan di Stadion Mineirao itu begitu membuat pilu para pendukung Brasil. Membikin siapa saja yang menyaksikan pembantaian itu tersentuh hatinya dan sekaligus merasa sedih dan prihatin. Jangankan yang hanya duduk menonton di televisi, Mesut Oezil sang pemain Jerman yang ikut menundukkan dan membantai Tim Kenari pun merasa iba hatinya ketika melihat wajah – wajah Brasil yang semula ceria kini berubah menjadi muram durja dan pucat pasi menghadapi kenyataan pahit kalau kini tim kesayangan mereka mengalami kekalahan yang sangat memalukan. Penuh kedukaan dan isak tangis.

Mesut Oezil, sang pemain Jerman mencoba untuk menghibur public Brazil lewat tulisan nya dalam akun twitter miliknya. Berikut kicauannya dalam twitter pribadinya, “Kalian mempunyai negeri yang indah, orang – orang yang mengagumkan, dan juga pesepak bola yang hebat. Kekalahan ini tak akan mengubah kebanggaan kalian,” tulis Mesut Oezil mencoba untuk menghibur publik negeri samba tersebut seperti yang terlihat dalam akun jejaring sosial Twitter milik nya.

Author: 

Related Posts