Kebanyakan di Pesawat

 0
Kebanyakan di Pesawatby adminon.Kebanyakan di PesawatDinobatkan menjadi negara tuan rumah, bukan berarti sesuatu yang melulu untung bagi Brazil. Mungkin dari pamor bisa dikatakan begitu, namun lain beritanya mengenai effort mereka untuk fase grup. Bayangkan saja, untuk melakoni itu, Brazil harus nongrong di pesawat dengan total waktu yang lebih lama daripada total waktu perkiraan bertanding di lapangan. Untuk melakoni tiga laga […]

Kebanyakan di PesawatDinobatkan menjadi negara tuan rumah, bukan berarti sesuatu yang melulu untung bagi Brazil. Mungkin dari pamor bisa dikatakan begitu, namun lain beritanya mengenai effort mereka untuk fase grup. Bayangkan saja, untuk melakoni itu, Brazil harus nongrong di pesawat dengan total waktu yang lebih lama daripada total waktu perkiraan bertanding di lapangan. Untuk melakoni tiga laga saja pada fase grup yang dimulai dari tanggal 12 hingga 23 juni kedepan, Brazil harus menempuh jarak terbang sepanjang 12,799 km.

Tiga pertandingan  fase grup yang akan disambangi Brazil terdapat di kota yang relatif jauh jaraknya. Penderitaan itu berawal dengan terbang ke Sao Paulo guna menghadapi Kroasia, lanjut berjibaku dengan Meksiko di Fortaleza berakhir dengan duel versus Kamerun di Brasilia. Markas Besar (Mabes) Brazil sendiri berlokasi di Teresopolis, Rio de Janeiro selama ajang Piala Dunia (PD) 2014 digelar.

Berdasarkan kutipannya dari AS, total waktu perjalanan yang harus ditempuh Brasil untuk semua laga tersebut adalah sekitar enam jam dengan jasa penerbangan domestik. Perhitungan waktu tersebut jelas berlipat-lipat lebih lama dibandingkan dengan tiga laga Brazil yang cuma berdurasi total 4 setengah jam (atau 3 x 90 menit).

Jadi, walaupun berpredikat sebagai tuan rumah, Brazil nihil mendapatkan keuntungan dari tiga laga pertama yang harus dijalani. Surplus tim Neymar cs ini hanya sebatas pamor dan dukungan suporter untuk menghibur Brazil karena deritanya berlama-lama di pesawat.

Author: 

Related Posts